KONFIGURASI DATABASE SERVER DEBIAN 12

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Perkenalkan Nama saya Nadia Nasywa Salsabila disini saya akan sharing konfigurasi Database DEBIAN 12.

​I. PENDAHULUAN

​1.1 Latar Belakang

​Database Server adalah sebuah program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan basis data (database) dan melayani permintaan dari aplikasi klien berbasis arsitektur Client-Server.

​Database server berfungsi sebagai tempat penyimpanan data terpusat yang terorganisir, sehingga data tersebut dapat disimpan, diubah, dihapus, dan dipanggil kembali dengan cepat dan aman oleh aplikasi lain, seperti aplikasi Web Server.

​Pada praktikum ini, sistem operasi Debian 10 di VirtualBox dikonfigurasikan sebagai Database Server menggunakan paket MariaDB Server. MariaDB merupakan hasil pengembangan (fork) dari MySQL yang bersifat open-source, sangat stabil, dan menjadi database standar pada distribusi Linux modern termasuk Debian 10.

​1.2 Tujuan

  • ​Mampu melakukan instalasi paket MariaDB Server di Debian 10 pada VirtualBox.
  • ​Mampu mengamankan instalasi database menggunakan fitur mysql_secure_installation.
  • ​Mampu membuat database, tabel, serta user baru melalui command line (CLI) MariaDB.

​II. ALAT DAN BAHAN

  1. Perangkat Keras (Hardware): Laptop/PC Utama.
  2. Perangkat Lunak (Software):
    • ​VirtualBox.
    • ​ISO Debian 12 (Buster).
  3. Koneksi Internet / Repositori Lokal: Untuk mengunduh paket instalasi MariaDB Server.

​III. LANGKAH KERJA DAN KONFIGURASI

 1. Lakukan langkah-langkah dasar seperti login root, mengatur network interfaces, dll.
 2. Ketik apt install php php-mysql php-json php-mbstring php-zip php-gd php-xml php-curl. Tunggu hingga selesai.
 3. Ketik perintah apt install mariadb-server.
 4. Ketik mysql_secure_installation. Masukkan password root. Ketik “y” untuk setting pw root mysql, dan buat pw sesuai keinginan.
 5. Ketik “y” pada semua perintah setelahnya.
 6. Ketik mysql -u root -p, dan masukkan password rootnya.
 7. Buat database baru dengan perintah create database (nama databasenya);.
 8. Ketik perintah show databases; untuk melihat daftar database.
9. Ketik perintah create user '(user sesuai keinginan)'@'localhost' identified by '(password user nya)';.
 10. Ketik grant all privileges on  to '(user yang tadi telah dibuat)'@'localhost';.
 11. Ketik flush privileges ;.
 12. Ketik show databases; untuk memastikan semuanya telah benar.
 13. Keluar dengan perintah quit.
 14. Masuk ke directory apache2 dengan perintah cd /etc/apache2/sites-available lalu ls. Pastikan sudah menginstal WEB server.
 15. Copy 000-default.conf ke (user sesuai kenginan).conf dengan cara ketik cp 000-default.conf (user).conf.
 16. Ketik nano (user).conf dan ubah isinya.
 17. Restart dengan perintah systemctl restart apache2.
 18. Pastikan bind (dns) tidak ada masalah.
 19. Masuk ke directory html dengan perintah cd /var/www/html dan ls.
 20. Tambahkan folder phpmyadmin dengan perintah mkdir phpmyadmin lalu chmod 777 phpmyadmin.
 21. Unduh phpmyadmin melalui browser (GUI) atau menggunakan FTP (CLI).
 22. Pindahkan folder instalasi phpmyadmin ke direktori /var/www/html dan ekstrak.
 23. Uji coba masuk phpmyadmin melalui browser dengan alamat DNS contoh mawar.net/phpmyadmin dan login sesuai user serta pw yang telah disetting.
 24. Kembali ke debian, ketik cd /var/www/html lalu ls.
 25. Ketik perintah nano indeks.php dan isi file tersebut.
26. Ketik nano submit.php dan sesuaikan isinya.
27. Coding html sederhana untuk uji coba registrasi pada perintah nano indeks.html.
28. Perhatikan konfigurasi $koneksi = mysql_connect 'localhost', 'root', '1234', 'Data' yang berisi host, user root, password root, dan nama database.
29. Perhatikan penggunaan huruf besar/kecil saat membuat database di phpmyadmin.
30. Perhatikan penulisan variabel $nama hingga $submit agar sesuai dengan tabel database.
31. Perhatikan penulisan $query = INSERT INTO Biodata agar sesuai dengan nama tabel yang dibuat.
32. Restart apache2 dengan perintah systemctl restart apache2.
33. Masuk ke browser phpmyadmin, pilih opsi "baru", buat nama database, dan tekan "buat".
34. Buat nama tabel dan tentukan jumlah kolom sesuai form yang telah di-coding (contoh: nama, kelas, absen, alamat, gender, email, submit = 7 kolom).
35. Isi tabel sesuai dengan codingan yang ada di submit.php (urutan dan besar kecil huruf harus sama) lalu pilih "simpan".
 36. Centang di bagian "pilih semua" dan tekan opsi "unik".
 37. Lakukan pengujian pengisian data.
 38. Jika data sudah terinput di database, konfigurasi berhasil.

Sekian laporan konfigurasi Database Server di Debian 12. Terimakasih, Semoga ilmu yang saya berikan di laporan ini bisa bermanfaat bagi kalian Demikian yang dapat saya sampaikan mohon maaf apabila ada kesalahan atau bahasa yang kurang di pagi dan kurang jelas. 

Wassalamualaikum Wr. Wb. 




Postingan populer dari blog ini

KONFIGURASI MAIL DEBIAN 12

KONFIGURASI DNS SERVER DEBIAN 12